Kajian Dhuha bersama USTADZ DR.Firanda Andirja,MA dengan tema AYAT YANG PALING MEMBERIKAN HARAPAN BAGI PELAKU DOSA
Ringkasan kajian hari ini tgl. 11 Jumadil Ula 1439 H (27 Januari 2018)
*Ayat-Ayat Yang Memberikan Pengharapan Bagi Para Pelaku Dosa*
Oleh Ust. DR. Firanda Andirja, MA
Menurut Ibnu Umar r.a. bahwa ayat yg memberikan pengharapan ampunan dosa adalah :
Allah SWT berfirman:
قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰۤى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗ اِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
qul yaa 'ibaadiyallaziina asrofuu 'alaaa anfusihim laa taqnathuu mir rohmatillaah, innalloha yaghfiruz-zunuuba jamii'aa, innahuu huwal-ghofuurur-rohiim
"Katakanlah, Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. Az-Zumar 39: Ayat 53)
Sesungguhnya Allah mengampuni seluruh dosa bagi orang yg bertaubat atas segala dosa-dosanya, walaupun banyak jenisnya dan besar dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Penyayang.
Menurut Ali bin Abu Thalib r.a. bahwa ayat yg memberikan pengharapan ampunan dosa adalah :
Allah SWT berfirman:
وَلَسَوْفَ يُعْطِيْكَ رَبُّكَ فَتَرْضٰى
wa lasaufa yu'thiika robbuka fa tardhoo
"Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas."
(QS. Ad-Duha 93: Ayat 5)
Menurut pendapat Ali bin Husain (Zainal Abidin) rahimahullah bahwa ayat yg memberikan pengharapan ampunan dosa adalah :
Allah SWT berfirman:
اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَآءُ ۚ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدِ افْتَـرٰۤى اِثْمًا عَظِيْمًا
innalloha laa yaghfiru ay yusyroka bihii wa yaghfiru maa duuna zaalika limay yasyaaa`, wa may yusyrik billaahi fa qodiftarooo isman 'azhiimaa
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 48)
Al Khawarij menganggap orang berdosa besar adalah kafir, shg kekal di neraka.
Al Muktazillah menganggap pelaku dosa besar antara muslim dan kafir, shg kekal di neraka.
Ahlus sunnah berpendapat bahwa pelaku dosa besar adalah muslim yg turun keimanannya, sehingga pelakunya terserah pada kehendak Allah, entah masuk neraka atau masuk surga.
Murjiah menganggap bahwa pelaku dosa besar selama muslim maka pasti diampuni Allah dan masuk surga.
Menurut Ibnu Mubarak rahimahullah bahwa ayat yg memberikan pengharapan ampunan dosa adalah :
Allah SWT berfirman:
وَلَا يَأْتَلِ اُولُوا الْـفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ اَنْ يُّؤْتُوْۤا اُولِى الْقُرْبٰى وَالْمَسٰكِيْنَ وَالْمُهٰجِرِيْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۖ وَلْيَـعْفُوْا وَلْيَـصْفَحُوْا ۗ اَ لَا تُحِبُّوْنَ اَنْ يَّغْفِرَ اللّٰهُ لَـكُمْ ۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
wa laa ya`tali ulul-fadhli mingkum was-sa'ati ay yu`tuuu ulil-qurbaa wal-masaakiina wal-muhaajiriina fii sabiilillaahi walya'fuu walyashfahuu, alaa tuhibbuuna ay yaghfirollaahu lakum, wallohu ghofuurur rohiim
"Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kerabat(nya), orang-orang miskin, dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. An-Nur 24: Ayat 22)
Orang yg memaafkan orang lain yg telah mendzalimi dia, maka Allah ampuni dosa-dosanya.
Menurut Abu Ustman Al Mahdi bahwa ayat yg memberikan pengharapan bagi pelaku dosa besar adalah :
Allah SWT berfirman:
وَاٰخَرُوْنَ اعْتَرَفُوْا بِذُنُوْبِهِمْ خَلَطُوْا عَمَلًا صَالِحًـا وَّاٰخَرَ سَيِّئًا ۗ عَسَى اللّٰهُ اَنْ يَّتُوْبَ عَلَيْهِمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
wa aakhoruuna'tarofuu bizunuubihim kholathuu 'amalan shoolihaw wa aakhoro sayyi`aa, 'asallohu ay yatuuba 'alaihim, innalloha ghofuurur rohiim
"Dan (ada pula) orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka, mereka mencampuradukkan pekerjaan yang baik dengan pekerjaan lain yang buruk. Mudah-mudahan Allah menerima tobat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 102)
Menurut Abu Jakfar rahimahullah bahwa ayat yg memberikan pengharapan ampunan dosa adalah :
Allah SWT berfirman:
وَيَسْتَعْجِلُوْنَكَ بِالسَّيِّئَةِ قَبْلَ الْحَسَنَةِ وَقَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِمُ الْمَثُلٰتُ ۗ وَاِنَّ رَبَّكَ لَذُوْ مَغْفِرَةٍ لِّـلنَّاسِ عَلٰى ظُلْمِهِمْ ۚ وَاِنَّ رَبَّكَ لَشَدِيْدُ الْعِقَابِ
wa yasta'jiluunaka bis-sayyi`ati qoblal-hasanati wa qod kholat ming qoblihimul-masulaat, wa inna robbaka lazuu maghfirotil lin-naasi 'alaa zhulmihim, wa inna robbaka lasyadiidul-'iqoob
"Dan mereka meminta kepadamu agar dipercepat (datangnya) siksaan, sebelum (mereka meminta) kebaikan, padahal telah terjadi bermacam-macam contoh siksaan sebelum mereka. Sungguh, Tuhanmu benar-benar memiliki ampunan bagi manusia atas kezaliman mereka, dan sungguh, Tuhanmu sangat keras siksaan-Nya."
(QS. Ar-Ra'd 13: Ayat 6)
Allah SWT berfirman:
وَمَاۤ اَصَابَكُمْ مِّنْ مُّصِيْبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ اَيْدِيْكُمْ وَيَعْفُوْا عَنْ كَثِيْرٍ
wa maaa ashoobakum mim mushiibatin fa bimaa kasabat aidiikum wa ya'fuu 'ang kasiir
"Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu)."
(QS. Asy-Syura 42: Ayat 30)
Menurut Imam Suyuti rahimahullah bahwa ayat yg memberikan pengharapan ampunan dosa adalah :
Allah SWT berfirman:
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ اِلٰۤى اَجَلٍ مُّسَمًّى فَاكْتُبُوْهُ ۗ وَلْيَكْتُبْ بَّيْنَكُمْ كَاتِبٌۢ بِالْعَدْلِ ۖ وَلَا يَأْبَ كَاتِبٌ اَنْ يَّكْتُبَ كَمَا عَلَّمَهُ اللّٰهُ فَلْيَكْتُبْ ۚ وَلْيُمْلِلِ الَّذِيْ عَلَيْهِ الْحَـقُّ وَلْيَتَّقِ اللّٰهَ رَبَّهٗ وَلَا يَبْخَسْ مِنْهُ شَيْــئًا ۗ فَاِنْ كَانَ الَّذِيْ عَلَيْهِ الْحَـقُّ سَفِيْهًا اَوْ ضَعِيْفًا اَوْ لَا يَسْتَطِيْعُ اَنْ يُّمِلَّ هُوَ فَلْيُمْلِلْ وَلِيُّهٗ بِالْعَدْلِ ۗ وَاسْتَشْهِدُوْا شَهِيْدَيْنِ مِنْ رِّجَالِكُمْ ۚ فَاِنْ لَّمْ يَكُوْنَا رَجُلَيْنِ فَرَجُلٌ وَّامْرَاَتٰنِ مِمَّنْ تَرْضَوْنَ مِنَ الشُّهَدَآءِ اَنْ تَضِلَّ اِحْدٰٮهُمَا فَتُذَكِّرَ اِحْدٰٮهُمَا الْاُخْرٰى ۗ وَ لَا يَأْبَ الشُّهَدَآءُ اِذَا مَا دُعُوْا ۗ وَلَا تَسْــئَمُوْۤا اَنْ تَكْتُبُوْهُ صَغِيْرًا اَوْ كَبِيْرًا اِلٰۤى اَجَلِهٖ ۗ ذٰ لِكُمْ اَقْسَطُ عِنْدَ اللّٰهِ وَاَقْوَمُ لِلشَّهَادَةِ وَاَدْنٰۤى اَ لَّا تَرْتَابُوْۤا اِلَّاۤ اَنْ تَكُوْنَ تِجَارَةً حَاضِرَةً تُدِيْرُوْنَهَا بَيْنَكُمْ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ اَ لَّا تَكْتُبُوْهَا ۗ وَاَشْهِدُوْۤا اِذَا تَبَايَعْتُمْ ۖ وَلَا يُضَآ رَّ كَاتِبٌ وَّلَا شَهِيْدٌ ۗ وَاِنْ تَفْعَلُوْا فَاِنَّهٗ فُسُوْقٌ ۢ بِكُمْ ۗ وَ اتَّقُوا اللّٰهَ ۗ وَيُعَلِّمُكُمُ اللّٰهُ ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ
yaaa ayyuhallaziina aamanuuu izaa tadaayantum bidainin ilaaa ajalim musamman faktubuuh, walyaktub bainakum kaatibum bil-'adli wa laa ya`ba kaatibun ay yaktuba kamaa 'allamahullohu falyaktub, walyumlilillazii 'alaihil-haqqu walyattaqillaaha robbahuu wa laa yabkhos min-hu syai`aa, fa ing kaanallazii 'alaihil-haqqu safiihan au dho'iifan au laa yastathii'u ay yumilla huwa falyumlil waliyyuhuu bil-'adl, wastasy-hiduu syahiidaini mir rijaalikum, fa il lam yakuunaa rojulaini fa rojuluw wamro`ataani mim man tardhouna minasy-syuhadaaa`i an tadhilla ihdaahumaa fa tuzakkiro ihdaahumal-ukhroo, wa laa ya`basy-syuhadaaa`u izaa maa du'uu, wa laa tas`amuuu an taktubuuhu shoghiiron au kabiiron ilaaa ajalih, zaalikum aqsathu 'indallohi wa aqwamu lisy-syahaadati wa adnaaa allaa tartaabuuu illaaa an takuuna tijaarotan haadhirotan tudiiruunahaa bainakum fa laisa 'alaikum junaahun allaa taktubuuhaa, wa asy-hiduuu izaa tabaaya'tum wa laa yudhooorro kaatibuw wa laa syahiid, wa in taf'aluu fa innahuu fusuuqum bikum, wattaqulloh, wa yu'allimukumulloh, wallohu bikulli syai`in 'aliim
"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu melakukan utang-piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Janganlah penulis menolak untuk menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkan kepadanya, maka hendaklah dia menuliskan. Dan hendaklah orang yang berutang itu mendiktekan, dan hendaklah dia bertakwa kepada Allah, Tuhannya, dan janganlah dia mengurangi sedikit pun dari padanya. Jika yang berutang itu orang yang kurang akalnya atau lemah (keadaannya), atau tidak mampu mendiktekan sendiri, maka hendaklah walinya mendiktekannya dengan benar. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi laki-laki di antara kamu. Jika tidak ada (saksi) dua orang laki-laki, maka (boleh) seorang laki-laki dan dua orang perempuan di antara orang-orang yang kamu sukai dari para saksi (yang ada), agar jika yang seorang lupa maka yang seorang lagi mengingatkannya. Dan janganlah saksi-saksi itu menolak apabila dipanggil. Dan janganlah kamu bosan menuliskannya, untuk batas waktunya baik (utang itu) kecil maupun besar. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah, lebih dapat menguatkan kesaksian, dan lebih mendekatkan kamu kepada ketidakraguan, kecuali jika hal itu merupakan perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tidak ada dosa bagi kamu jika kamu tidak menuliskannya. Dan ambillah saksi apabila kamu berjual-beli, dan janganlah penulis dipersulit dan begitu juga saksi. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sungguh, hal itu suatu kefasikan pada kamu. Dan bertakwalah kepada Allah, Allah memberikan pengajaran kepadamu, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 282)
Itu menunjukkan bahwa manusia disuruh detail dalam perhitungan hutang piutang, tetapi yg punya piutang diminta ikhlas jika tak mampu bayar, lalu dosa orang itu diampuni, apalagi Allah yg Maha Pengampun.
Allah SWT berfirman:
اِنْ تَجْتَنِبُوْا كَبٰٓئِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَنُدْخِلْـكُمْ مُّدْخَلًا كَرِيْمًا
in tajtanibuu kabaaa`iro maa tun-hauna 'an-hu nukaffir 'angkum sayyi`aatikum wa nudkhilkum mudkholang kariimaa
"Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu dan akan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga)."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 31)
Menurut Muhammad Asy Syinqiti rahimahullah dalam kitab tafsir Ghafur Bayyan bahwa ayat yg memberikan pengharapan ampunan dosa adalah :
Allah SWT berfirman:
لِيُوَفِّيَهُمْ اُجُوْرَهُمْ وَيَزِيْدَهُمْ مِّنْ فَضْلِهٖ ۗ اِنَّهٗ غَفُوْرٌ شَكُوْرٌ
liyuwaffiyahum ujuurohum wa yaziidahum min fadhlih, innahuu ghofuurun syakuur
"agar Allah menyempurnakan pahalanya kepada mereka dan menambah karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Mensyukuri."
(QS. Fatir 35: Ayat 30)
Allah SWT berfirman:
وَالَّذِيْۤ اَوْحَيْنَاۤ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ هُوَ الْحَـقُّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ بِعِبَادِهٖ لَخَبِيْرٌۢ بَصِيْرٌ
wallaziii auhainaaa ilaika minal-kitaabi huwal-haqqu mushoddiqol limaa baina yadaiih, innalloha bi'ibaadihii lakhobiirum bashiir
"Dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) yaitu Kitab (Al-Qur'an) itulah yang benar, membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Mengetahui, Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya."
(QS. Fatir 35: Ayat 31)
Allah SWT berfirman:
ثُمَّ اَوْرَثْنَا الْكِتٰبَ الَّذِيْنَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا ۚ فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِّنَفْسِهٖ ۚ وَمِنْهُمْ مُّقْتَصِدٌ ۚ وَمِنْهُمْ سَابِقٌۢ بِالْخَيْرٰتِ بِاِذْنِ اللّٰهِ ۗ ذٰلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيْرُ
summa aurosnal-kitaaballaziinashthofainaa min 'ibaadinaa, fa min-hum zhoolimul linafsih, wa min-hum muqtashid, wa min-hum saabiqum bil-khoirooti bi`iznillaah, zaalika huwal-fadhlul-kabiir
"Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menzalimi diri sendiri, ada yang pertengahan, dan ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang besar."
(QS. Fatir 35: Ayat 32)
Penghuni surga ada 3 :
1. Yg berbuat dzalim pada dirinya sendiri (pelaku dosa)
2. Muktasib (pertengahan), hanya melakukan yg wajib, yg sunnah tidak dilakukan, yg makruh dikerjakan.
3. Yg mengamalkan wajib & sunnah dan menjauhi perbuatan dosa. Tetapi jangan ujub, sebab orang dapat melakukan kebaikan semata hanya atas rahmat Allah.
Allah SWT berfirman:
جَنّٰتُ عَدْنٍ يَّدْخُلُوْنَهَا يُحَلَّوْنَ فِيْهَا مِنْ اَسَاوِرَ مِنْ ذَهَبٍ وَّلُـؤْلُؤًا ۚ وَلِبَاسُهُمْ فِيْهَا حَرِيْرٌ
jannaatu 'adniy yadkhuluunahaa yuhallauna fiihaa min asaawiro min zahabiw wa lu`lu`aa, wa libaasuhum fiihaa hariir
"(Mereka akan mendapat) Surga 'Adn, mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka di dalamnya adalah sutra."
(QS. Fatir 35: Ayat 33)
Allah SWT berfirman:
وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْۤ اَذْهَبَ عَـنَّا الْحَزَنَ ۗ اِنَّ رَبَّنَا لَـغَفُوْرٌ شَكُوْرُ
wa qoolul-hamdu lillaahillaziii az-haba 'annal-hazan, inna robbanaa laghofuurun syakuur
"Dan mereka berkata, Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kesedihan dari kami. Sungguh, Tuhan kami benar-benar Maha Pengampun, Maha Mensyukuri,"
(QS. Fatir 35: Ayat 34)
Maaf jika ada kesalahan tulis nama dll.
*Semoga para pelaku dosa segera bertaubat. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Penyayang.*
Komentar
Posting Komentar